Akhirnya.. saya ngerasain juga nyicipin ke luar negeri walaupun negara pertama yg saya kunjungi adalah juga negara yg suka bikin esmosi jiwa raga merasuk sukma bangsa Indonesia (maap lebay) : Malaysia.
Saya berangkat tanggal 28 September lalu dan tinggal disana selama 2 hari. Banyak pengalaman lucu dan bikin deg-degan lantaran hampirrr ketinggalan pesawat pulang (lo bayangin aja kalo sampe terdampar di negara orang dengan persediaan cash semakin tipis?)
Nah, how did it all began? Berikut ini resumenya :
1. Bulan Maret lalu saya dapet tiket promo Air Asia Jakarta-KL pulang pergi. Sayangnya, pas bayar itu saya belum punya KlikBCA, dan membayar pake credit card (dikenakan charge sebesar Rp. 50.000,- per orang). Biaya yg dikeluarkan : Rp. 550.000,- utk 2 orang (per orang kena Rp. 275.000,-). Harusnya hanya Rp. 225.000,- per orang. Saran saya, aktifkan KlikBCA or CIMB Clicks anda-anda sekalian.
2. Saya belum punya paspor waktu nge-booking tiket (whahhaha
) dan baru buat pas bulan Juni-Juli lalu. FYI, saya gak pake calo yah, dan hanya dicharge seharga Ro. 200.000,- + formulir Rp. 5.000,- jadi total untuk pembuatan paspor Rp. 205.000,- (seinget saya sih).
3. Penginapan. Saya menginap di My Hotel at KL Sentral, persis seberang halte bus, dan hanya 5 menit perjalanan dengan taksi (biaya 7 RM) dari stasiun KL Sentral. Atas saran seorang teman, saya booking duluan via Agoda.com. No need to worry karena website-nya terpercaya. Luckily, hotel tempat saya menginap itu memang berada di sentra semua stasiun ; bus dari dan ke bandara maupun monorail. Jadi lumayan gampang kalo mau kemana-mana. Biaya 1x perjalanan pake monorail pun murah, cukup mengeluarkan kocek senilai Rp. 3500 – Rp. 7000 (antara 1.20 RM – 2.20 RM) kita sudah bisa jalan sampai ujung kota Kuala Lumpur. Selain itu, hotelnya dekat sama Seven Eleven. Gak kayak Indo, Sevel sana lebih kayak minimarket di sini. Gak ada anak ABG nongkrong di sana.
4. Kebetulan, di KL Sentral itu dekat kawasan Little India, jadi mau cari makanan cukup gampang. Cuma beda 1 blok, kita sudah menemukan deretan restoran India. Cukup cocok buat lambung yang biasanya makan masakan Indo yang full rempah. Plus, banyak kaki lima yang menjual baju kurung India, price range: 20 RM – 70 RM. Dan itu masih bisa ditawar lagi.
So far, hari pertama di Malaysia went okay. Kecuali makanan pertama yang saya beli dari ibu-ibu asal Jawa Timur yang logatnya jadi Malay (menu : tom yam seafood rasa ngaco). Dia orang pertama yang nyebut kami (saya dan si Betsy) Indon. What the heck?! (-__-)”
Next, saya bakalan posting hari kedua di Malaysia: jalan-jalan ke Bukit Bintang (as in SCBD di Jakarta) dan Bukit Nanas (tempat Menara Petronas berada).





Diskusi
Belum ada komentar.