Saya bukan seorang anak yang penurut, juga bukan anak yang banyak memberi. saya jarang mendapatkan nilai gemilang sewaktu di sekolah dulu, dan tidak banyak mendapat nilai 8 di rapor
..
Mama juga bukan sosok orang yang memiliki pribadi terbuka: yang berkata rindu ketika saya jarang pulang saat kuliah di Bogor, dan tidak menitikkan air mata ketika saya menelponnya sebulan setelah saya masuk asrama di kampus. Tapi, yang saya kenal darinya..
Setiap sepertigamalam dia bangun lebih dulu dari kami semua di rumah, mendoakan anak-anaknya juga alm. Papa. Doa khusyuk selalu dia panjatkan meski kami tidak pernah tahu apa isi doa tersebut, dan tanpa kami minta. saban pukul 5.00 pagi dia bangunkan kami untuk menunaikan subuh, meski tidak berjamaah. Mama juga orang yang paling mengerti ketika saya lelah selepas outing kemarin, dan tidak membangunkan saya hingga pukul 6.30 WIB, dan mengingatkan saya untuk bekerja. Dia tidak banyak meminta (materi) pada saya yang (alhamdulillah) sudah bisa memberi. malah, ketika cadangan di ATM saya sudah habis karena bersenang-senang sendiri, mama masih mau memberikan (meski tidak banyak) penghasilannya yang tidak seberapa itu agar saya masih bisa pulang-pergi ke kantor. mama memang bukan seorang manusia sempurna, yang mampu dan pintar segalanya. pendidikannya juga tidak tinggi. dan terkadang, ketika dia merasa orang lain lebih superior darinya, semua kegemilangannya yang saya tahu malah jadi redup karena ia merasa inferior. tapi yang saya tahu, dia adalah IBU paling lengkap yang saya kenal, paling JENIUS yang saya tahu, dan terkadang membuat saya terkesima dengan segala pengetahuannya tentang MASAKAN dan hal-hal umum lainnya. selayaknya bumi pada matahari, aku ingin berterima kasih padamu. asty sayang mama…. (mudah-mudahan) bukan hanya untuk hari Ibu. ***
copaste dari note facebook saya

Diskusi
Belum ada komentar.